Mengenal XML di Android Studio

Dalam membuat sebuah aplikasi di android studio, kita perlu menggunakan XML untuk membangun user interface atau tampilan pada aplikasi android yang kita buat. Tapi, apa itu XML? Dan bagaimana penulisan sintak XML di android? Semuanya akan saya bahas di artikel ini.

Dalam artikel yang sebelumnya, kita telah mencoba membuat aplikasi Hello World. Aplikasi ini sangat sederhana, dan kita tidak perlu mengetik listing atau kode, karena untuk membuat aplikasi Hello World ini, Android Studio sudah melakukannya untuk kita. Tetapi jika kita lihat pada tab Text pada jendela utama Android Studio, terdapat beberapa kode atau listing yang pastinya belum di ketahui oleh pemula.  Kode-kode ini disebut dengan XML.

Apa itu XML?

Bagi yang sudah mempelajari pemrograman web pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah XML. XML singkatan dari Extensible Markup Language adalah bahasa markup yang di sarankan oleh W3C untuk membuat dokumen markup untuk keperluan pertukaran data pada sistem yang beraneka ragam.  XML ini merupakan bahasa lanjutan dari HTML (Hypertext Markup Language) yang merupakan bahasa umum untuk melacak internet atau membuat kerangka dasar dalam pembuatan sebuah web. Dan karena itulah gaya penulisan XML tidak berbeda jauh dengan HTML.

Perbedaan XML dan HTML

Jika XML ini adalah bahasa lanjutan dari HTML apakah ada perbedaannya?

Tentu saja ada!

HTML ini biasanya digunakan untuk menampilkan informasi dan berfokus bagaimana informasi tersebut akan ditampilkan. Sedangkan XML ini dapat digunakan untuk menyimpan data secara ringkas dan mudah diatur. Kata kunci utama XML adalah data yang jika diolah dapat memberikan informasi.

Sintak XML di Android

Sintak XML di android adalah aturan – aturan yang benar yang mendefinisikan XML untuk bisa tampil di layar ponsel android. Jika anda menulis XML yang salah, maka ia tidak akan tampil di layar ponsel android anda. Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa penulisan XML tidak berbeda jauh dengan HTML. Bagi anda yang sebelumnya sudah pernah mempelajari HTML, pasti anda dengan cepat mudah dapat menguasai XML ini. Tapi bagi kalian yang belum pernah mempelajari HTML, anda tidak perlu khawatir, karena XML ini sangat mudah untuk dipelajari.

Kita ambil contoh kode XML yang sederhana ini..

<TextView

android:layout_height=”wrap_content”

android:layout_width=”wrap_content”

android:text=”Hello World” />

Kode diatas adalah salah satu kode untuk elemen XML yang disebut dengan TextView, dan kode tersebut menampilkan sebuah teks “Hello World” di layar ponsel android.

Seperti contoh diatas, dalam penulisan sintak XML kita perlu menggunakan tag pembuka “<” kemudian diikuti dengan nama tampilannya, tampilan ini bisa berupa teks (TextView), gambar (Image View), tombol (Button) atau tampilan yang lainnya. Di bawah tampilan TextView, terdapat beberapa atribut, kemudian di akhiri dengan tag penutup “/>”.

Untuk tiap elemen, saat kita memulai atau membuka suatu tag, pastikan anda harus selalu menutupnya. Ini seperti menaruh titik di akhir kalimat, tapi dalam XML kita menggunakan “/>” atau anda juga bisa menggunakan tag penutup yang diikuti dengan nama tampilannya seperti “</TextView>”, tapi biasanya tag penutup seperti itu digunakan untuk ViewGroup atau RootView.

Baca Juga: Belajar Memahami ViewGroup di Android Studio Untuk Membangun UI

Di bawah Texview merupakan atribut. Atribut adalah syarat yang menentukan sifat atau tampilan di ponsel android. Contohnya, kita bisa menggunakan perumpamaan seperti ini..

perumpamaan

Seseorang mempunyai atribut rambut hitam, mata coklat, dan kulit putih, dan sebuah teks mempunyai atribut seperti lebar, tinggi, ukuran huruf dan lain sebagainya.

Coba anda lihat dengan detail gambar di bawah ini..

atribut xml

Teks yang berwarna biru, adalah nama atribut. Sedangkan teks yang berwarna merah adalah nilai dari atribut tersebut. Penting untuk anda ketahui bahwa, ketika mendeklarasikan sebuah nilai pada atribut, anda wajib menggunakan tanda petik dua (“”). Selain itu, kita juga menggunakan tanda sama dengan “=” di antara nama atribut dan nilai atribut untuk menyatakan bahwa nama atribut dikiri telah diatur oleh nilai yang ada di sebelah kanan.

Perlu anda ketahui bahwa setiap elemen memiliki nilai atribut defaultnya tersendiri. Jika nilai default ini sudah cocok bagi anda, maka anda tidak perlu mengubahnya. Tuliskan saja kode nilai atribut yang ingin anda ubah yang berbeda dari nilai defaultnya.

Satu lagi catatan yang penting.

Lihatlah gambar di bawah ini..

manusia pintar

Manusia itu sangatlah pintar. Meskipun saya tidak menggunakan teknik penulisan dan tata bahasa yang tidak benar dalam tulisan di gambar tersebut, tapi saya yakin kalian dapat memahami maksud dari tulisan-tulisan di gambar tersebut. Berbeda dengan komputer, komputer itu tidak sepintar manusia. Jadi anda perlu menggunakan simbol, nama, tulisan atau huruf yang dikenalnya, jika tidak, komputer tidak akan paham maksudnya dan kode anda akan salah.

Inilah contohnya…

Kita tidak bisa mengeja nama tampilan TextView menjadi “txtView” atau “Textview” dengan huruf “v” kecil atau “Text View” dengan memakai spasi. Semua contoh tersebut tidaklah benar dan komputer tidak akan paham maksud sebenarnya. Jika kita ingin menggunakan TextView atau tampilan lainnya, maka anda harus mengejanya dengan tepat.

Nama atribut harus di eja dengan tepat, dengan titik dua “:” setelah kata “android”. Jangan lupa kita juga perlu menggunakan tanda sama dengan “=” dan tanda petik dua (“”) untuk nilai atributnya.

Ok, saya rasa artikel Mengenal XML di Android Studio ini sudah cukup. Jika ada kesalahan dalam penjelasan saya di dalam artikel ini, mohon cantumkan di dalam kolom komentar blog ini, saya akan segera mengubahnya.

Terima kasih bagi anda yang sudah membaca, dan jika artikel ini bermanfaat untuk anda tidak ada salahnya untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman anda.

Saya juga sangat membutuhkan kritik dan saran dari anda, agar situs ini menjadi lebih baik kedepannya.

Terima Kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.